17 April 2011

Manajemen dan Pengembangan Organisasi

PENDAHULUAN
Organisasi berasal dari kata organon dalam bahasa Yunani yang berarti alat. Pengertian organisasi telah banyak disampaikan para ahli, tetapi pada dasarnya tidak ada perbedaan yang prinsip, sehingga dapat saya simpulkan bahwa organisasi merupakan sarana untuk melakukan kerjasama antara orang-orang dalam rangka mencapai tujuan bersama, dengan mendayagunakan sumber daya yang dimiliki.
Dan pada prinsipnya setiap organisasi harus memiliki tiga unsur dasar, yaitu :
a. Orang-orang (sekumpulan orang),
b. Kerjasama,
c. Tujuan yang ingin dicapai,

Sedangkan Pengertian Manajemen dari beberapa literature sebagai berikut :
a. Menurut Goerge R. Terry dan Leslie W. Rue dikemukakan bahwa : Manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang ke arah tujuan-tujuan organisasional atau maksud-maksud yang nyata.
b. Menurut James A F Stoner dalam bukunya Management, diungkapkan bahwa : Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumberdaya-sumberdaya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.
c. T. Hani Handoko menyimpulkan bahwa pada dasarnya manajemen dapat didefinisikan sebagai bekerja dengan orang-orang untuk menentukan, menginterpretasikan dan mencapai tujuan-tujuan organisasi dengan pelaksanaan fungsi-fungsi perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), penyusunan personalia atau kepegawaian (staffing), pengarahan dan kepemimpinan (leading) dan pengawasan (controlling).

Dengan demikian, manajemen adalah proses merencanakan, mengorganisasikan, memimpin dan mengendalikan pekerjaan anggota organisasi dan menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai sasaran organisasi yang sudah ditetapkan.
AKTIVITAS MANAJEMEN ORGANISASI
Secara khusus manajemen organisasi mempunyai dua tugas utama yaitu efektivitas dan efisiensi, dimana :
· effective is to do the right something. Dimana efektif merupakan pencapaian tujuan atau target.
· efficiens is to do the something right . sedangkan efisien adalah cara dalam mencapai tujuan atau taget tersebut dengan memperkecil pengeluaran atau pemborosan
Sehingga dalam menjalankan roda organisasi dengan menggunakan sedikit mungkin sumberdaya namun mencapai tujuan yang maksimal.
AKTIVITAS MANAJEMEN
aktivitas utama atau fungsi utama manajemen adalah :
1. Perencanaan (Planning)
Perencanaan adalah pemilihan sekumpulan kegiatan dan pemutusan selanjutnya apa yang harus dilakukan, kapan, bagaimana, dan oleh siapa.
Gagal dalam merencanakan artinya merencanakan kegagalan, sehingga lebih baik bersimbah keringat di saat latihan daripada bersimbah darah di medan perang.
2. Pengorganisasian (organizing)
Pengorganisasian merupakan suatu proses untuk merancang struktur formal, mengelompokkan dan mengatur serta membagi tugas-tugas atau pekerjaan di antara para anggota organisasi, agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien. (T.Hani Handoko)
Sedangkan fokus pada tahap pengorganosasian adalah :
· Apa saja tugas yang harus diselesaikan?
· Siapa yang yang mengerjakannya?
· Bagaimana tugas-tugas dikelompokkan?
· Siapa melapor ke siapa?
· Dimana keputusan harus dibuat?
3. Pengarahan (Leading/Actuating)
4. Pengontrolan (controlling)
Pengawasan dapat didefinisikan sebagai proses untuk menjamin bahwa tujuan-tujuan organisasi dan manajemen tercapai
PENGEMBANGAN ORGANISASI
1. Pengertian Pengembangan Organisasi
Pengembangan Organisasi merupakan program yang berusaha meningkatkan efektivitas keorganisasian dengan mengintegrasikan keinginan individu akan pertumbuhan dan perkembangan dengan tujuan keorganisasian.
2. Alasan akan pentingnya pengembangan Organisasi
· Perubahan adalah pertanda kehidupan
· Perubahan memberikan harapan
· Pengembangan merupakan tanggapan atas perubahan
· Pengembangan merupakan usaha untuk menyesuaikan dengan hal baru (perubahan)
3. Metode Pengembangan Organisasi
· Metode Pengembangan Perilaku
§ Jaringan Manajerial (managerial Grid)
§ Latihan kepekaan
§ Pembentukan Tim
§ Umpan Balik Survei
· Metode Pengembangan Ketrampilan dan sikap
§ On the job training
§ Job Instruction Training
§ Of the job training
                                          § Vestibule training

Mobil Tinja Halangi Pintu Masuk Kantor Kejati

Buntut penahanan Sekretaris Kota (Sekot) Kendari pada Rabu (13/4) sore, oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra membuat ratusan massa dari berbagai elemen di antaranya dari kalangan PNS, mahasiswa, dan LSM  menggelar aksi unjuk rasa di pelataran Kejati Sultra, Kamis (14/4).

Dalam aksi tersebut selain melibatkan beberapa elemen masyarakat, juga melibatkan puluhan mobil pengangkut sampah dan mobil penyedot tinja.

Akibat ratusan demonstran yang berusaha memasuki pelataran Kantor Kejati Sultra dengan memakai beberapa mobil angkutan kota yang ditumpangi, mobil penyedot tinja dengan nomor polisi DT 9105 tersebut  diparkir berada pas di depan gerbang Kantor Kejati.

Ketika akan dipindahkan mobil yang berplat merah tersebut, sang sopir yang tidak mau dikorankan identitasnya, ketika dimintai keterangannya  mengatakan kunci mobilnya ada sama Kadis.

Pihak demonstran yang berusaha masuk ke dalam halaman Kantor Kejati berusaha mendorongnya namun tetap tidak bisa, akhirnya massa tetap masuk tanpa menggunakan kendaraan yang ditumpanginya karena tertahan mobil tinja tersebut.

Ketika ditanya mengenai dilibatkannya mobil yang dikendarainya, ia hanya menjelaskan bahwa ini adalah bentuk keprihatian mereka atas kasus yang menyebabkan ditahannya Sekretariat Kota Kendari Amarullah dan Kepala BPN Kota Kendari LM Ruslan Emba.

Dalam aksi demo yang digelar ratusan massa dari berbagai elemen tersebut, mereka meminta  Kajati Sultra untuk membebaskan kedua pejabat Pemkot tersebut.

"Kami meminta kepada Kajati  untuk secepatnya membebaskan Sekretariat Kota (Sekot) Kendari dan Kepala BPN Kota Kendari karena tidak berdasarkan pada fakta hukum," teriak Saninuh Kasim, salah satu korlap aksi.

Dalam aksi tersebut, massa yang menamakan diri dari Koalisi Masyarakat Peduli Hukum (KMPH), mendesak kepada Kejaksaan Agung untuk mencopot Kajati Sultra karena dinilai lebih melakukan manuver politik dan mencari popularitas dalam menegakkan hukum tanpa mengedepankan kebenaran atau fakta hukum.

Jaksa Dinilai Salah Tafsir Hukum

Sejak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra melakukan penahanan terhadap Sekretaris Kota (Sekot) Kendari, Amarullah dan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Kendari, Ruslan Emba, dukungan kepada keduanya langsung bergulir. Dukungan terutama dilakukan terhadap Amarullah.

Bentuk dukungan tersebut berbagai cara dilakukan baik dengan melakukan aksi unjuk rasa maupun  mengumpulkan ribuan tanda tangan dari para Pegawai Negeri Sipil (PNS) lingkup Pemkot Kendari guna menolak penahanan Amarullah yang dilakukan pihak Kejati Sultra. PNS menilai, penahanan tidak berdasar pada hukum.

Sehari sebelumnya, Kejati menahan Amarullah dan Ruslan karena terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah perluasan Kantor Gubernur Sultra. Keduanya dijebloskan ke Rutan Kendari, Rabu (13/4) petang.


Salah seorang PNS lingkup Pemkot yang enggan disebutkan namanya mengatakan, kegiatan yang dilakukannya itu sebagai salah satu wujud perhatian dan dukungan moril kepada Sekot Kendari yang selama dinilai sangat kooperatif memenuhi panggilan kejaksaan.

"Kami merasa kehilangan dengan ketidakberadaan beliau, sebab biasanya sejak pagi mulai berkeliling memantau keadaan kami. Meskipun kami staf biasa, tetapi beliau sangat dekat dengan kami. Bahkan dengan para OB (office boy) dan pegawai kebersihan lainnya, dia menyapa. Pagi-pagi beliau sudah muncul di kantor," kata Ati, seorang PNS.

PNS lainnya, Ashar mengatakan, aksi tanda tangan tersebut tidak menargetkan jumlah. Meski tanpa ditargetkan aksi tersebut akan tetap berjalan seiring dengan spontanitas para rekan-rekan PNS, yang merasa kabur terhadap kasus penahanan Amarullah.

"Begini, kasus yang besar-besar saja, tidak ditahan sampai sekarang, kok hanya kesalahan administrasi langsung dilakukan penahanan," ujarnya. "Semoga setelah melihat dukungan ini, pihak Kejati dapat melakukan peninjauan ulang terhadap penahanan ataupun memberi kejelasan terkait penahanan ini," lanjutnya.

Terkait penahanan Sekot dan Kepala BPN Kendari dinilai Kabag Hukum Kota Kendari, Yusrianto SE MSi, Kamis (14/4), merupakan ketidakbenaran dari penyidik Kejati Sultra.

"Apa yang dilakukan penyidik terhadap kasus ini dengan menahan Sekot dan Kepala BPN Kendari ini, tidak benar, sebab apa yang disangkakan oleh penyidik menganggap ada kesalahan dalam prosedur, sehingga dilakukanlah penahan ini," ucapnya.

Padahal, kata Yusrianto, yang dakukan tim 9 sudah sesuai prosedur, yakni kepada orang yang memiliki surat penguasaan atas tanah atau sertifikat tanah, sehingga seharusnya yang harus ditangkap adalah orang yang mengambil uang.

"Jadi kalau disasarkan pada UU korupsi maka tidak sinkron, sehingga yang seharus kena adalah orang pembuat keterangan dan kesksian bukan, panitia sembilan," keluhnya.

Sementara itu, Erik seorang masyarakat yang merasa dirugikan karena tidak mendapatkan pelayanan Pemkot hari itu, mengatakan, Kejati salah alamat bila dikatakan sebagai kasus korupsi dengan penyalah gunaan keuangan negara, sehingga dinilainya sangat politis.

"Kota Kendari sudah dirugikan,  sebab sudah tidak ada pelayanan. Ini jelas sebuah tindakan untuk memperlihatkan penegakan hukum yang tidak berkualitas. Kami bukan menghalang-halangi proses hukum tetapi hanya mengkoreksi proses hukum yang salah," katanya.

Suhu Politik Kolut Mulai Memanas

Suhu Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Kolaka Utara, yang bakal dilaksanakan pada tahun 2012, mulai memanas. Kondisi tersebut diakui Wakil Bupati Kolaka Utara, Siti Suhariah.


“Suhu politik memanas sudah terasa di daerah ini. Namun, jangan berbias pada kebersamaan untuk membangun. Tetap pada lakon yang mengedepankan etika,” kata Siti Suhariah, pada saat menutup MTQ Kolaka Utara, Sabtu malam lalu.


Semua pihak diharapkan tetap obyektif. Soal pembangunan dan pemerintahan daerah yang tengah dan sudah berjalan tidak dibawa-bawa kepada ranah politik.


“Ini sekaligus warning terhadap jajaran yang ada di Pemerintah Daerah Kolaka Utara,” kata Siti Suhariah.


Wakil Bupati meminta jajarannya untuk tidak bermain petak umpet maupun menjadi pisau bermata dua, yang dapat merugikan diri mereka. Pegawai dijajaran birokrasi diharapkan tetap bekerja dan menjadi pelayan masyarakat.


“Sesama bus kota dilarang saling mendahului,” kata Siti Suhariah, yang disambut dengan tepuk tangan undangan.

Diakui Siti Suhariah, belum terpenuhinya program pembangunan terkait minimnya keuangan daerah. Kondisi keuangan daerah itu selama ini telah disiasati melalui program pembangunan skala prioritas.

Buhari Berpeluang Pimpin PPP Sultra

Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-7 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sultra yang digelar Minggu (13/3) malam, hanya melahirkan tim formatur.

Hasil pemilihan formatur ini merupakan satu dari dua opsi yang disepakati forum. Sangat sedikit peserta yang menyetujui pemilihan ketua DPW PPP Sultra secara langsung.

Atas opsi itu, muncul sebelas calon tim formatur yang kemudian untuk dipilih lima tim formatur. Hasilnya, Buhari Matta (Ketua DPC PPP Kolaka) memperoleh suara terbanyak yaitu 12 suara. Perolehan itu sekaligus mengukuhkan dirinya sebagai ketua tim formatur. Kandidat lain, Amirul Tamim (Ketua DPC PPP Kota Baubau) memperoleh 8 suara, sekaligus mengukuhkan dirinya sebagai Sekretaris tim. Sedangkan Ketua PPP incumbent, Yusran Silondae, kandas dengan hanya mengantongi tiga suara.

Selain itu, dalam Muswil yang berlangsung di salah satu hotel di Kota Kendari tersebut, juga terpilih tiga kader PPP, yakni, Ikhsan Rifani (Sekretaris PPP incumbent), Junaidi dan Sjafruddin.

Steering Committe Muswil, Dahris Djuddawie, mengakatakan, lima orang yang masuk dalam tim formatur ini diberikan kesempatan selama 14 hari sejak Muswil untuk menyusun kepengurusan DPW PPP Sultra.

Apakah Ketua Tim Formatur secara otomatis bisa menjadi Ketua PPP Sultra? Menurut Dahris, itu tergantung dari tim formatur, apakah tim memilih ketua secara aklamasi atau dengan cara voting. Karena itu, jabatan Ketua DPW PPP Sultra di tangan tim formatur. Belum bisa dipastikan, apakah Buhari Matta dan Amirul Tamim yang akan terpilih nanti.

Muswil PPP Sultra yang berlangsung Minggu dibuka Ketua Umum DPP PPP, Surya Dharma Ali.

Saat menyampaikan orasi politik pada kesempatan itu, Surya mengingatkan agar para kandidat ketua PPP bersatu padu membesar partai agar bisa memenangkan pemilihan umum pada 2014 mendatang.

Hanya dengan sikap seperti itu, membangun kekompakan untuk membesarkan partai, PPP bisa memenangkan Pemilu 2014